Pada hakikatnya manusia hidup di dunia dengan berbagai kompleksitas yang dialaminya. Dalam menjalani hidup, telah berbagai cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan hidup tersebut. Baik dan buruk dilakukan semata-mat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Beberapa diantara kita senantiasa berpegang teguh pada sebuah prinsip hidup yang menurut kita logis dan realistis untuk diaplikasikan, namun tidak jarang pula yang hanya sekedar menjalani hidup dengan mengikuti arus dan bahkan ada pula yang tidak memiliki orientasi hidup sama sekali. Perlu kita cermati bahwa prinsip dalam melakukann peran kita sebagai manusia di muka bumi ini adalah sesuatu yang sangat mendasar karena hal itulah yang kemudian membentuk kita, merubah karakter kita sehhingga kita bisa memiliki integritas yang ideal dalam kehidupan ini.
Sikap hidup dengan pola pikir yang ideal mesti kita tanamkan dalam diri. Dinamika dalam kehidupan ini senantiasa menuntut untuk berpola pikir serba jadi, padahal mesti banyak proses yang harus kita lewati, setidaknya memberikan kedewasaan berpikir. Proses tersebut tentunya ada yang mudah dan ada pula yang sulit, namun keduanya selalu memberikan pengalaman yang bisa dijadikan referensi untuk melakukan sesuatu. Berpikir ideal tentunya merupakan salah satu prinsip dalam hidup. Tepatnya adalah idealisme dalam diri kita harus ada. Sikap idealis dalam seseorang akan membawa perubahan penting dalam diri. Memang untuk sekarang ini banyak sekali orang yang berpendapat bahwa bersikap idealis sudah tidak diperlukan lagi oleh karena keadaan yang menuntut. Ada juga yang mengatakan bahwa bersikap idealis hanya akan membawa diri kita pada kemunduran dan masih banyak lagi pendapat yang lain tentang idealisme. Sebetulnya tidaklah salah jika ada yang berasumsi demikian karena itulah prinsip hidup yang tidak bisa dipaksakan oleh sebagian orang. Namun perlu untuk dipahami bahwa idealis bukanlah hal yang negatif, bukanlah sesuatu yang merugikan diri kita melainkan akan memberikan sesuatu yang lebih untuk diri kita. Pandangan negatif dengan sikap idealis penting untuk ditelaah dengan bijaksana. Untuk lebih memahami tentang idealisme mungkin kita perlu melihat beberapa pengertian dasar dan pendapat tentang idealisme itu sendiri.
Idealisme berasal dari kata “ideal” dengan tambahan sufiks/akhiran “-isme” yang berasal dari bahasa Yunani kuno (-ismos) yang memiliki fungsi membentuk kata benda abstrak terhadap suatu tindakan, keadaan, pemahaman/doktrin. Sedangkan kata ‘ideal’ sendiri memiliki arti suatu kondisi paling wajar yang dikehendaki atau diinginkan. Contoh yang paling mudah dari sebuah idealisme biasaya digunakan pada bidang politik, sosial, dan segala suatu hal yang bersifat pemikiran. Idealisme menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia memiliki arti:
3. Sas aliran yang mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan.
Dari pengertian dasar di atas kita dapat memberikan kesimpulan bahwa idealisme merupakan pola pikir yang menganggap bahwa berusaha hidup dengan menggunakan pedoman atau prinsip hidup yang benar untuk mencapai cita-cita dengan sempurna. Cita-cita, prinsip, pedoman hidup adalah keadaan yang berbeda namun dapat disatukan dan diselaraskan melalui sebuah gagasan atau ide untuk menjalankannya meskipun dalam kenyataannya kita selalu menempuh proses yang sulit. Itulah idealisme, mesti memerlukan kerja keras dalam penerapannya dikarenakan tantangan hidup semakin besar. Memegang teguh prinsip tersebut akan membentuk karakter kita sehingga paling tidak kita selalu dapat menjalankan hal-hal yang benar baik dan benar dengan tetap berpedoman pada pedoman hidup yang telah ditetapkan oleh sang Maha Kuasa.
Sangat penting untuk diingat bahwa bersikap idealis bukanlah hal yang konyol yang dapat memberikan kita kerugian namun dibalik itu kita akan memperoleh sesuatu yang lebih dalam hidup minimal untuk diri sendiri dan terlebih untuk orang banyak.
Idealisme berasal dari kata “ideal” dengan tambahan sufiks/akhiran “-isme” yang berasal dari bahasa Yunani kuno (-ismos) yang memiliki fungsi membentuk kata benda abstrak terhadap suatu tindakan, keadaan, pemahaman/doktrin. Sedangkan kata ‘ideal’ sendiri memiliki arti suatu kondisi paling wajar yang dikehendaki atau diinginkan. Contoh yang paling mudah dari sebuah idealisme biasaya digunakan pada bidang politik, sosial, dan segala suatu hal yang bersifat pemikiran. Idealisme menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia memiliki arti:
1. Suatu aliran di ilmu filsafat yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar, yang dapat dirasakan dan dipahami.
2. Hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita (yaitu menurut suatu patokan atau pedoman yang dianggap sempurna).3. Sas aliran yang mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan.
Dari pengertian dasar di atas kita dapat memberikan kesimpulan bahwa idealisme merupakan pola pikir yang menganggap bahwa berusaha hidup dengan menggunakan pedoman atau prinsip hidup yang benar untuk mencapai cita-cita dengan sempurna. Cita-cita, prinsip, pedoman hidup adalah keadaan yang berbeda namun dapat disatukan dan diselaraskan melalui sebuah gagasan atau ide untuk menjalankannya meskipun dalam kenyataannya kita selalu menempuh proses yang sulit. Itulah idealisme, mesti memerlukan kerja keras dalam penerapannya dikarenakan tantangan hidup semakin besar. Memegang teguh prinsip tersebut akan membentuk karakter kita sehingga paling tidak kita selalu dapat menjalankan hal-hal yang benar baik dan benar dengan tetap berpedoman pada pedoman hidup yang telah ditetapkan oleh sang Maha Kuasa.
Sangat penting untuk diingat bahwa bersikap idealis bukanlah hal yang konyol yang dapat memberikan kita kerugian namun dibalik itu kita akan memperoleh sesuatu yang lebih dalam hidup minimal untuk diri sendiri dan terlebih untuk orang banyak.